Bagaimana rasanya jika kita tiba-tiba melihat boss besar kita hadir di tempat hangout kita?
Senin malam, aku dan beberapa temanku kelayapan ke sebuah club. Pengunjung tidak terlalu ramai, mungkin karena masih hari Senin, namun volume musik tidak kalah hingar-bingar dari hari-hari lainnya.
Hari sudah larut, dan kita sedang duduk santai di bangku panjang sambil bercanda dan sedikit bergoyang menikmati hentakan house music ketika sudut mataku sekilas menangkap sesosok laki-laki bule kurus jangkung yang kebetulan tersorot kilatan lampu warna-warni. Cuma sekilas memang, tapi cukup familiay untuk membuatku berhenti tertawa dan menatap ke arah sosok tersebut, menantikan kilatan lampu berikutnya untuk memastikan pandanganku. Dan benar saja, sorotan berikutnya di wajah si bule memastikan kecurigaanku: Dia boss besarku!
Segera aku mengehentikan pembicaraan rekan-rekanku, memberi tahu mereka tentang kehadiran beliau di ruangan. Kami semua terkejut melihatnya. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kehadiran beliau, saat itu sudah di luar jam kerja dan tidak ada di antara kami yang mengenakan seragam kantor. Namun tetap saja keterkejutan kami meningkatkan kadar adrenalin dalam darah. Segera kami mengambil posisi membelakangi beliau sambil sekali-sekali mencuri pandang ke arahnya, memastikan apakah beliau mengenali keberadaan kami di tempat itu.
Si boss keliatannya tidak tau bahwa kami berada di sana, namun tetap saja suasana di antara kami sudah tidak enak. Meninggalkan ruangan juga bukan pilihan karena tidak mungkin kami melangkah menuju pintu keluar tanpa melewati posisi beliau. Terpaksa kami hanya bisa duduk membelakangi beliau, mendengarkan dentuman musik tanpa bisa menikmatinya, sambil memaki-maki dan mentertawakan keadaan kami tersebut. Benar-benar awkward moment, dan cilakanya si boss tidak beranjak dari tempatnya hingga jam bubar club tiba.
Setelah si boss meninggalkan ruangan, kami tidak langsung ikut keluar, untuk memberinya cukup jarak dengan harapan kita tidak bertemu dengannya di pintu keluar, dan bahkan saat kami mencapai pintu keluar, kami tolah-toleh dulu, memastikan bahwa beliau sudah tidak berada di sekita lokasi. Setelah dipastikan aman, segera kami nyelonong ke tempat parkir, sambil melanjutkan makian kami atas peristiwa tersebut.
Tapi bagaimana pun juga, walau suasana hati sempat hilang dan kami jadi tidak bisa menikmati house music sebagaimana mestinya, pada akhirnya peristiwa ini tetap memberi keceriaan dan pengalaman unik bagi kami. Di sepanjang jalan pulang, kami tertawa-tawa dan tak henti-hentinya membicarakan kejadian aneh bin ajaib tersebut.
What a night!